PPID SETDA, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menghadiri acara penyerahan paket sembako Ramadan kepada Forum Komunikasi Imam Masjid (FOSSIMA) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang, di Auditorium 3 Dimensi Bontang, Selasa (11/3/2025).
Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga menyebut paket sembako ini senilai 300 ribu rupiah kepada 386 penerima manfaat, terdiri dari 153 imam masjid, marbot, dan imam musala, sebagai bagian dari program tahunan Baznas untuk mendukung para penggerak masjid dan memperluas program keagamaan di Bontang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan pentingnya pembayaran zakat oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bontang.
Ia mendorong penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) agar ASN secara kolektif membayar zakat sebesar 2,5% dari penghasilan mereka. Selain itu, pada tanggal 19 Ramadan mendatang, akan dilakukan pembayaran zakat tambahan oleh pejabat pemerintah, termasuk wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, serta pegawai pemerintah.
“Saya pernah ke Jordania, di sana zakatnya bahkan bisa digunakan untuk membangun rumah sakit dan mendukung masyarakat kurang mampu. Hal ini sangat luar biasa dan menjadi contoh baik bagi kita. Alhamdulillah, Baznas Kota Bontang saat ini mengelola dana zakat sekitar Rp 7 miliar per tahun. Tentunya, dana ini harus tepat sasaran dan diberikan kepada delapan golongan (asnaf) yang berhak menerimanya,” ujar Neni.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga transparansi dalam penyaluran zakat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik.
“Kewajiban zakat harus ditunaikan dengan benar. Jangan sampai ada kesalahan dalam penyalurannya karena alasan politik. Dana zakat adalah amanah umat yang harus dikelola dengan baik oleh Baznas dan disalurkan kepada yang berhak menerimanya,” tegasnya.

Selain itu, Wali Kota Neni mengungkapkan bahwa Gubernur Kalimantan Timur terpilih memiliki program untuk mengumrohkan marbot dan imam masjid se-Kalimantan Timur dengan syarat tertentu.
“Saya meminta kuota untuk Bontang. Syarat dari provinsi , marbot dan imam masjid yang terdaftar di musala atau masjid harus memiliki Surat Keputusan (SK). Nantinya, akan diprioritaskan bagi mereka yang paling senior. Kalau pendataannya Sudah masuk, saya mohon diberikan kepada saya data-datanya, saya akan bawa kepada gubernur untuk masyarakat kota Bontang. Jika terdapat 100 kuota, setidaknya 10 di antaranya harus dari Kota Bontang. Kami juga akan mengharmonisasikan program pemerintah provinsi dengan program pemerintah Kota Bontang,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Neni juga memaparkan visi dan misinya sebagai Wali Kota Bontang yaitu mewujudkan Kota bontang sebagai kota jasa industri yang maju berkelanjutan dengan ekonomi yang tangguh dan dinamis untuk kesejahteraan masyarakat kota bontang, termasuk 17 program prioritas dalam 100 hari kerja, di antaranya: Zero Kemiskinan Ekstrem, Gerakan Jumat Bersih, Puskesmas Kunjung ke Sekolah, Bersih Sungai dan Pesisir Laut, Bank Sampah di Setiap RT, Salat Subuh Berjemaah, Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia dan Senam Lansia di setiap Kelurahan, Periksa Kesehatan Gratis bagi Warga yang Berulang Tahun, Pemberian Makan Bergizi untuk Balita di Posyandu, Anjuran Berpuasa Senin dan Kamis serta Tidak Ada Makan Minum dalam Rapat, Baca Alquran dan Salat Dhuha Sebelum Belajar, Mental Health Program, Rembuk Bontang, Tengok Tetangga, Maksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK), Gerakan Bersih Rumah Ibadah, dan Wajib Belajar (Wajar) 19-21 Tahun.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan pembangunan Kota Bontang yang lebih baik. ***